Pertamina Latih Warga Benakat Minyak Hadapi Karhutla
![]() |
| Foto ilustrasi (by : Saranainformasi) |
PALI – PT Pertamina EP (PEP) Pendopo Field memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Benakat Minyak, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Melalui program ini, Pertamina tidak hanya memberikan pelatihan penanggulangan bencana, tetapi juga menyalurkan bantuan peralatan pemadam kebakaran untuk mendukung kesiapan relawan di tingkat desa.
Kegiatan tersebut melibatkan 26 peserta, termasuk 12 orang yang tergabung dalam Satuan Tugas Desa Tangguh Bencana. Pelatihan dilaksanakan dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI sebagai narasumber.
Senior Manager Pertamina EP Pendopo Field, Hermansyah, mengatakan penguatan kapasitas masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadapi ancaman karhutla, terutama di wilayah yang memiliki risiko kebakaran cukup tinggi.
“Secara geografis, masyarakat Desa Benakat Minyak menghadapi risiko relatif tinggi terhadap ancaman karhutla. Oleh karena itu, PEP Pendopo Field membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi potensi karhutla,” ujar Hermansyah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan alat pelindung diri (APD), peralatan pemadam kebakaran, serta tata cara penggunaannya secara tepat dan aman.
Peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran yang mencakup koordinasi awal, persiapan personel dan peralatan, penggunaan APD, komunikasi antaranggota, hingga pelaksanaan pemadaman.
Simulasi ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap prosedur operasional standar (SOP), sehingga relawan diharapkan lebih siap ketika menghadapi situasi darurat di lapangan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pertamina EP Pendopo Field turut menyerahkan sejumlah peralatan kepada Satuan Tugas Desa Tangguh Bencana Desa Benakat Minyak.
Bantuan tersebut meliputi empat set seragam pemadam kebakaran, 13 jas hujan, satu set tas pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) beserta isinya, dua lampu sorot kepala, tiga unit tangki semprot, 13 topi relawan, 13 pasang sepatu bot, serta tiga unit handy talkie.
Dukungan ini diharapkan dapat menunjang kesiapan relawan dalam melakukan koordinasi dan penanganan awal ketika terjadi kebakaran, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan.
Selain memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, Pertamina EP Pendopo Field juga terlibat langsung dalam upaya penanganan karhutla di sekitar wilayah operasinya.
Di tengah kemarau panjang yang melanda Sumatera Selatan, perusahaan menyiagakan 14 personel beserta lima unit truk pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Sejak awal Agustus hingga 18 Oktober 2026, tim pemadam kebakaran PEP Pendopo Field telah melakukan 146 kali pengerahan untuk membantu memadamkan karhutla.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat guna mendukung upaya pemadaman serta mengurangi risiko dampak kebakaran terhadap lingkungan dan keselamatan warga.
“Karhutla menjadi tantangan bagi semua pihak dalam beberapa waktu terakhir. PEP Pendopo Field hadir di tengah masyarakat untuk membantu penanganan kebakaran di hutan dan lahan di sekitar wilayah operasi kami,” ungkap Hermansyah.
Melalui pelatihan, bantuan peralatan, dan dukungan personel pemadam kebakaran, Pertamina EP Pendopo Field terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
Program ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana sekaligus memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam menjaga lingkungan di Kabupaten PALI.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra. PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah operasinya tersebar di Kota Prabumulih dan Palembang serta sembilan kabupaten, termasuk Kabupaten PALI. PHR Zona 4 berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (Eddi)

Komentar
Posting Komentar