Pasar Murah Menyapa Warga, Pemkab PALI Hadir Ringankan Beban Ekonomi
PALI – Di tengah kebutuhan pokok yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, kehadiran pasar murah membawa harapan tersendiri bagi masyarakat. Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berupaya mendekatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau langsung kepada warga.
Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan pasar murah yang digelar di Kalangan Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang mendapat sambutan antusias masyarakat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati PALI, Asgianto, S.T., dalam membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Sejak pagi, masyarakat mendatangi lokasi kegiatan untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat. Beras dan minyak goreng menjadi komoditas utama yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Perum Bulog Cabang Lahat sebanyak 3 ton dalam kemasan 5 kilogram, serta Minyak Kita sebanyak 25 dus dengan kemasan 1 liter. Penyaluran dilakukan melalui kerja sama dengan Kios Pangan Toko Santoso.
Masyarakat Desa Talang Akar dapat memperoleh beras SPHP seharga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram dan Minyak Kita Rp16.000 per liter. Dengan harga tersebut, warga memiliki kesempatan mendapatkan kebutuhan pokok dengan biaya yang lebih terjangkau.
Bagi sebagian masyarakat, selisih harga kebutuhan sehari-hari bukanlah perkara kecil. Di tengah berbagai kebutuhan keluarga, kemudahan memperoleh beras dan minyak goreng dengan harga terjangkau menjadi bantuan yang dirasakan langsung manfaatnya.
Salah seorang warga, Sulis, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten PALI, khususnya Bupati Asgianto, atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Atas nama masyarakat, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kabupaten PALI, terutama kepada Pak Bupati Asgianto. Beras dan minyaknya murah, Pak. Terima kasih,” ungkap Sulis.
Ungkapan serupa disampaikan Menis. Dengan penuh antusias, ia mengapresiasi kegiatan pasar murah tersebut. “Mantap, Pak Bupati,” ujarnya singkat.
Tidak berhenti di Desa Talang Akar, Pemerintah Kabupaten PALI bersama Perum Bulog Cabang Lahat juga telah menjadwalkan pelaksanaan operasi pasar murah di sejumlah wilayah lainnya.
Pada Minggu (1/11/2026), kegiatan dilanjutkan ke Balai Desa Tempiral Selatan, Kecamatan Penukal Utara, mulai pukul 11.00 WIB. Di lokasi ini disediakan beras SPHP sebanyak 4 ton dan Minyak Kita sebanyak 25 dus.
Selanjutnya, pada pukul 13.00 WIB, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Balai Desa Tempirai Timur, Kecamatan Penukal Utara, dengan alokasi beras SPHP sebanyak 3 ton dan Minyak Kita sebanyak 25 dus.
Program tersebut kemudian berlanjut pada Selasa (3/11/2026). Pasar murah dijadwalkan hadir di Pasar Inpres Tanah Abang, Kecamatan Tanah Abang, mulai pukul 08.30 WIB, dengan alokasi beras SPHP sebanyak 8 ton dan Minyak Kita sebanyak 25 dus.
Pada hari yang sama, pukul 13.00 WIB, kegiatan juga dijadwalkan berlangsung di Kalangan Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, dengan persediaan beras SPHP sebanyak 2 ton dan Minyak Kita sebanyak 25 dus.
Seluruh kegiatan tersebut melibatkan kerja sama dengan Perum Bulog Cabang Lahat dan Kios Pangan Toko Santoso sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Bagi Pemerintah Kabupaten PALI, pasar murah bukan sekadar kegiatan jual beli. Lebih dari itu, program ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam menjaga keterjangkauan pangan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto, S.T., upaya mendekatkan bahan pangan kepada masyarakat diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah. Sebab, kesejahteraan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarganya dengan lebih ringan.
Pada akhirnya, manfaat sebuah kebijakan dapat dirasakan dari hal-hal sederhana: beras yang terbeli, minyak goreng yang tersedia, dan senyum warga yang pulang membawa kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau. (Eddi).

Komentar
Posting Komentar