Tiga Rumah Ludes Dilalap Api, Harta dan Surat Berharga Warga PALI Tak Tersisa
PALI — Tangis dan kepanikan mewarnai kebakaran yang melanda tiga rumah warga di Dusun II, Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Kobaran api yang diduga dipicu korsleting listrik tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga melalap harta benda dan sejumlah surat penting milik warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp110 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.10 WIB. Saat itu, ketiga pemilik rumah diketahui sedang berada di kebun untuk menyadap karet. Rumah yang ditinggalkan dalam sekejap berubah menjadi kepulan asap dan kobaran api.
Saksi Wahyu Noprianto (38), tetangga korban, menjadi salah satu orang pertama yang melihat kejadian tersebut. Ia melihat asap hitam pekat membumbung dari rumah Zainudin bin Matoha (64), seorang petani.
Wahyu spontan berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan kemudian berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Namun, kobaran api semakin ganas. Rumah panggung yang sebagian besar berdinding papan membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Rumah Zainudin menjadi yang paling parah. Atap, dinding, lantai, perabotan hingga surat-surat penting milik keluarga hangus menjadi arang.
Tidak banyak yang dapat diselamatkan.
Kerugian rumah Zainudin ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta.
Api kemudian merambat ke rumah Harmoko bin Zailani (41). Bagian dinding rumahnya terbakar, sementara lantai, perabotan dan sejumlah surat penting berhasil diselamatkan warga. Kerugian diperkirakan sekitar Rp10 juta.
Nasib serupa dialami rumah Warnia binti Mat Yakip (52). Bagian dinding dan sebagian atap sebelah kiri terbakar dengan kerugian sekitar Rp20 juta.
Bagi para korban, musibah tersebut bukan sekadar kehilangan bangunan. Barang-barang yang dikumpulkan selama bertahun-tahun ikut lenyap dalam hitungan menit.
Surat-surat penting yang menjadi bagian dari kehidupan keluarga pun ikut dilalap api.
Mendapat laporan kebakaran, Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., bersama personel langsung menuju lokasi. Petugas membantu proses pemadaman, pendinginan, pendataan kerugian, meminta keterangan saksi serta mendokumentasikan kondisi ketiga rumah.
“Dugaan sementara kebakaran berasal dari arus pendek atau korsleting listrik,” demikian keterangan sementara kepolisian.
Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dari dua unit mobil pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten PALI serta satu unit kendaraan pemadam milik PT Pertamina Adera Pengabuan.
Api akhirnya berhasil dikendalikan. Namun, setelah asap menghilang, yang tersisa adalah puing-puing rumah dan barang-barang yang telah berubah menjadi arang.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tetapi bagi tiga keluarga korban, Sabtu pagi itu meninggalkan luka dan kehilangan yang tidak mudah dilupakan.
Polisi masih melakukan pendataan dan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan penyebab kebakaran. Situasi di lokasi setelah proses pemadaman dinyatakan aman dan kondusif. ***



Komentar
Posting Komentar